Perlukah Guru Menulis? Yuk Simak Pembahasan dari Kak Asma Nadia
Hallo, semua, terima kasih mau mampir di blog ini. Mohon maaf jika postingnya selalu malam dan telat, yach itu dikarenakan kegiatan saya di dunia nyata yang super sibuk, bisa bayangin gak bagaimana rasanya bekerja di tiga tempat yang berbeda dan bekerja mulai pagi berangkat pukul 06.30 hingga malam pukul 21.00 baru pulang dan setelah itu baru lanjut ngerjain tugas dll. Eh kok saya malah curhat dan nulis kemana mana, tapi pembahasan kali ini juga berkaitan dengan tulis menulis jadi gak apa apa ya diawali dengan curhat,hehehe
Mari kita bercerita tentang hasil Kuliah Umum PembaTIK Level 4: Berbagi yang diselenggarakan oleh Kemdikbud.
Kuliah umum kali ini, merupakan pemaparan dari Asma Nadia. Ada yang belum kenal Asma Nadia? nah bagi kalian yang belum tahu, mungkin kamu ingat dengan film yang berjudul : "Emak Ingin Naik Haji", "Assalamu'alaikum Beijing" atau "Jilbab Traveler"?
Nah, semua itu adalah karya dari Kak Asma Nadia yang difilmkan lho.
Kalau pematerinya Kak Asma, sudah pasti pembahasannya adalah masalah tulis-menulis ya. Nah menurut kalian, apakah seorang pendidik perlu menulis? Jawabannya adalah “perlu” karena dengan menulis, kita bisa meninggalkan sesuatu untuk masa depan. Penulis merupakan profesi yang paling fleksibel dan bisa dikawinkan dengan berbagai macam profesi, serta di dunia penulis tidak ada istilah diskriminasi.
Menulis adalah suatu keterampilan, dan keterampilan bisa dipelajari. Kak Asma pun langsung mengawali dengan kalimat “tentukan dulu alasanmu mengapa harus menulis”. Bagi Kak Asma, dengan mengetahui tujuan, maka menulis akan menjadi mudah. Lalu, pentingkah sebuah ide? Tentu saja penting. Akan tetapi, bukan berarti kita harus selalu berhenti di situ. Menurut Kak Asma, ide itu penting tapi bukan yang utama.
Kak Asma menyatakan bahwa ide itu bisa datang dari mana saja, terutama penulis biasanya menulis berasal dari keresahan. Menurut Kak Asma, menulis seharusnya bukan hanya soal pengisi waktu luang, tetapi kebutuhan. Hal ini berarti, kita harus menempatkan menulis sebagai bagian dari gaya hidup kita. Seandainya, menulis bisa sama halnya dengan makan atau tidur, maka bukan tidak mungkin kita bisa terbiasa dengan menulis. Bagaimana pun caranya, saya kira kita akan menulis.
Kak Asma dengan suka rela membagikan kiat tulisan menarik. Apa saja, ya? Di sini Kak Asma membaginya menjadi dua, yaitu ide dan teknik.
Menurut Kak Asma, ide sebuah tulisan mestilah baru dan dekat dengan pembaca. Dengan demikian, tulisan kita akan mudah menemukan pasar baca dan diterima oleh pembaca.
Sementara itu, di bagian teknik penulisan, seperti yang sudah kita pelajari dalam unsur instrinsik cerita, Kak Asma punya beberapa poin yang harus dikuatkan. Ada judul sebagai pintu masuk seorang pembaca kepada karya kita harus dibuat yang menarik. Ada konflik yang menjadikan tulisan kita menarik, disini konflik harus dibuat kuat, karena jujur saja, cerita tanpa permasalahan adalah seperti bumbu tanpa garam, ambulan tanpa wiu wiu, Sahabat Rumah Belajar tanpa Rumah Belajar. hehehe
Kemudian ada setting atau latar untuk memanjakan imajinasi pembaca. Ada penokohan yang menghidupkan cerita. Ada bentuk cerita dan ending yang harus dibuat berkesan agar pembaca tidak bosan. Hal-hal teknis seperti inilah yang semestinya menjadi perhatian penulis.
Kalau kalian ingin menyimak pembahasan lengkapnya, Silahkan simak video di bawah!
Sumber : Youtube Channel Rumah Belajar Kemdikbud
Follow Medsos Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia lainnya di
- IG : Rumah Belajar Kemdikbud IG
- FB : Rumah Belajar Kemdikbud FB
- YouTube : Rumah Belajar Kemendikbud YT
Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia!
#RumahBelajar
#PembaTIK
#PembelajaranBerbasisTIK
#DutaRumahBelajar2020
#SahabatRumahBelajarJawaTimur2020






0 komentar:
Posting Komentar